Popular Post

Popular Posts

Posted by : Ariq Saturday, 16 November 2013




Salah satu misteri yang tak terpecahkan dalam sejarah.
Pada tahun 1698 pria misterius dipenjarakan di Bastille. Hampir tidak ada seorangpun yang mengetahui identitasnya, namun, penghuni Bastille biasanya merupakan orang penting yang memiliki masalah atau dibenci oleh raja Louis XIV. Pria ini menjadi tahanan pemerintah sejak 1687, dan sejak itulah wajahnya tersembunyi di balik topeng.

Pria bertopeng ini meninggal pada tahun 1703, namun rumor mengenai keberadaannya yang ganjil masih menyebar. Pada tahun 1711, saudara ipar raja, putrid Palatine, menceritakan kisahnya dalam sebuah surat kepada bibinya. Tahanan tersebut diperlakukan dengan sangat baik, katanya, namun dua orang musketeer selalu berdiri menjaganya, siap membunuhnya jika dia melepaskan topengnya. Tahanan tersebut makan, tidur, dan bahkan meninggal dalam keadaan menggunakan topeng besi. Bahkan dalam istana, identitasnya masih sebuah misteri.

Penulis dan seorang filsuf, Voltaire, pernah dikurung di Bastille pada tahun 171. Dia tinggal disana selama kurang lebih satu tahun, dan kemudian mengatakan pada salah seorang temannya bahwa dirinya telah banyak berbincang dengan seseorang yang melayani sang “Pria Dengan Topeng Besi.” Dalam bukunya, The Age of Louis XIV, dipublikasikan pada tahun 1751, Voltaire mengatakan bahwa tahanan tersebut dipaksa untuk mengenakan topeng besi sejak awal 1661, saat dirinya ditangkap di pulai Sainte-Marguerite. Pada saat itu, tahanan tersebut masih begitu muda, tinggi serta tampan. Dia mengenakan baju dari renda dan linen terbaik, dan gemar memainkan gitar.

Dalam tulisan selanjutnya, Voltaire mengemukakan sebuah petunjuk mengenai kemungkinan identitas dari sang tahanan. Berdasarkan Voltaire, pria tersebut berusia 60 saat meninggal, dan memiliki begitu banyak kemiripan dengan seseorang yang sangat terkenal. Tentu saja, pada saat itu, wajah yang paling terkenal di Prancis adalah wajah dari raja Louis XIV, yang juga pada saat itu berumur 60 tahunan. Penulis lain, Joseph de Lagrange-Chancel, tinggal di Versaile selama rezim Louis XIV dan dipenjarakan di Sainte-Marguerite pada tahun 1720. Dia menegaskan bahwa Benigne d’Auvergne de Saint-Mars, gubernur Sainte-Marguerite, memperlakukan pria bertopeng tersebut dengan sangat berbeda dan memanggilnya dengan sebutan “Sang Pangeran.”

pada tahun 1768 seorang anak-cucu dari Saint-Mars menulis bahwa tahanan tersebut disebut-sebut sebagai “Tower” oleh orang-orang yang menangkapnya. Dia tidak selalu harus mengenakan topeng besi sepanjang waktu, hanya di tempat umum, dan terkadang para penjaga melihatnya tanpa topeng. Ketika para petugas penjara mendapati keberadaan sang Tower, mereka dengan sopan melepas topi dan tetap berdiri sampai sang tahanan memberi ijin mereka untuk duduk.

Kisah tentang tahanan bertopeng tersebut kerap mengundang kontroversi. Beberapa penulis menuliskan bahwa dirinya menggunakan sebuah topeng hitam berbahan beludru, bukan besi. Etienne Du Junca, yang merupakan orang kedua di Bastille, tidak pernah melihat sang tahanan tanpa topeng beludru hitam menutupi wajahnya. Du Junca mencatat pada jurnalnya bahwa tahanan tersebut dikuburkan dengan nama M. de Marchiel. Selanjutnya sang penulis menemukan sertifikat kematian yang menunjukan bahwa nama tahanan tersebut adalah Marchioly dan umurnya sekitar 45 tahunan.

Pada tahun 1789 seorang jurnalis bernama Frederic-Melchior Grimm salah seorang pelayan istana menyatakan sebuah hal enting padanya bahwa Louis XIV memiliki saudara kembar. Ayah saudara kembar tersebut, Louis XIII, khawatir jika nanti kedua putranya akan saling memperebutkan tahta, maka dia mengasingkan salah satu dari mereka untuk dibesarkan secara rahasia. Anak tersebut dirawat oleh sebuah keluarga terhormat dan diperlakukan dengan sangat hormat, namun tidak pernah diberitahu siapa sebenarnya dirinya. Sebagai pria muda, dia pernah melihat lukisan diri saudaranya dan menebak-nebak kenyataan. Untuk itu, dia segera ditangkap, dan menghabiskan sisa hidupnya sebagai The Man in the Iron Mask.

Banyak orang yang mempercayai cerita (yang kemungkinan merupakan fiksi) ini, dimana banyak penulis yang bergelut dengan kisah ini tahun demi tahun. Dikatakan bahwa saat Bastille diserbu para gerombolan revolusioner, kerangka sang pangeran ditemukan, masih mengenakan topeng besinya, namun tidak ada catatan pasti mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Napoleon sendiri mempercayai bahwa dirinya merupakan keturunan dari pangeran malang tersebut, yang dimana menurut legenda, telah menikahi putrid dari gubernur Sainte-Marguerite.


The Sun King 

Banyak yang tidak mempercayai bahwa Louis XIV benar-benar keturunan dari Louis XIII dan isterinya, Anne of Austria, dengan sebuah alasan sederhana mereka berdua saling membenci dan tidak pernah akur. Perkawinan mereka benar-benar retak setidaknya untuk empat tahun terakhir; tiga puluh tiga tahun sebelum anak pertama mereka lahir.

Rumor berkembang pesat bahwa Louis, sang anak ajaib, sebenarnya adalah putra dari Duc de Beaufort favorit Anne. Legenda mengatakan bahwa Beaufort dipenjara dengan menggunakan topeng besi untuk mencegah orang-orang tahu bahwa dirinyalah ayah sebenarnya dari sang raja.

Beaufort bukan satu-satunya orang yang diisukan telah melakukan hubungan erlarang dengan Anne. Setahun sebelumnya dia sempat saling menggoda dengan English Duke of Buckingham. Dari itulah banyak yang mengira kemudian bahwa Man in the Iron Mask adalah putra dari hasil hubungan gelap. Kisah lain menghubungkan Anne dengan seseorang asing yang dikenal sebagai C.D.R. seperti beaufort, C.D.R. dikatakan sebagai ayah kandung Louis, dan seperti Beaufort, dirinya harus berakhir sebagai tahanan dengan menggunakan topeng besi. Dalam sebuah versi yang lainnya lagi, pria bertopeng besi disebut-sebut sebagai Marc de Jarrigue de Le morelhie, menantu dari dokter sang ratu. Morelhie membuktikan bahwa Louis XIV bukanlah putra Louis XIII, sehingga dirinya harus menggunakan topeng besi untuk mencegahnya mengungkapkan rahasia sensitive tersebut.

Sempat dikatakan juga bahwa The Iron Mask adalah putri dari Anne of Austria dan Louis XIII. Khawatir bahwa anak mereka merupakan anak terakhir, dan membutuhkan seorang putra untuk mewarisi takhta, keluarga istana harus menukar bayi mereka dengan putra seseorang yang lain. Keturuna yang palsu dibesarkan sebagai Louis XIV, dan putri sebenarnya diasingkan dan dipenjarakan. (Kisah ini tentu saja bermotif politik. Setahun setelah kelahiran Louis XIV, Anne of Austria melahirkan putra keduanya, Phillipe. Musuh dari generasi penerus Louis XIV berusaha meyakinkan bahwa Phillipelah, bukan Louis, yang merupakan putra tertua dan orang yang berhak atas tahta yang sah.)

Ayah Louis XIV meninggal pada saat dirinya berumur 4 tahun. Selama 18 tahun, Anne of Austria mendampingi putranya, dengan didampingi seorang penasehat Cardinal Mazarin. Dirumorkan bahwa Anne telah menikah diam-diam dengan Mazarin. Akhirnya kisah kemudian kembali muncul bahwa Anne dan Mazarin memiliki seorang putra yang kemudian – tentu saja – menjadi The Man in the Iron Mask.

Dalam cerita The Man in the Iron Mask yang ditulis Alexandre Dumas, Louis berumur 23 tahun. Kisah tersebut melibatkan ibu Louis, Anne of Austria, dan pengasuhnya, Louis de Valliere. Pendeta Louis, Colbert dan Fouquet juga memegang peranan penting. Raja memang memiliki satu kelompok pengawal aristocrat yang terkenal sebagai Musketeers, namun para Musketeer di kisah Dumas merupakan fiksi belaka.

Salah satu alasan kenapa Louis XIV begitu dikenang sampai hari ini adalah keberhasilannya dalam membangun istana megah Versailles. Film Leonardo DiCaprio, The Man in the Iron Mask (berdasarkan novel Dumas) bersetting tahun 1660, saat Louis dalam tahap awal menunjukan kejayann dan kekayaannya melalui Versailles. Beberapa bagian dalam film diambil di istana indah mili Nicholas Fouquet, Vauxle-Vicomte, yang merupakan inspirasi Louis XIV untuk membangun Versailles. Rasa iri dari Louis terhadap Vaux mengakibatkan ditahannya Fouquet – dan beberapa orang percaya bahwa Fouquet sendirilah yang merupakan The Man in the Iron Mask.


Alexandre Dumas

Walaupun beberapa orang hari ini menyadari bahwa pria bertopeng tersebut benar-benar ada, banyak yang mendengar bahwa dirinya berterima kasih pada sebuah film berdasarkan novel The Man in the Iron Mask dari abad 19 karya Alexandre Dumas. Kemungkinan ketertarikan Dumas pada legenda ini terinspirasi dari kakeknya, bangsawan Antoine-Alexandre Davy de la Paileterie, yang tumbuh besar di lingkungan istana Versailles.

pada tahun 1760, bangsawan tersebut menikahi marie-Cessete atau Louise-Cessete Dumas, seorang budak dari Haiti. Putra pasangan tersebut, Thomas-Alexandre, menjadi seorang jenderal dari pasukan kaisar Napoleon Bonaparte. Namun Thomas-Alexandre membelot dari sang kaisar sehingga ditahan. Dia meninggal pada saat putranya, Alexandre masih berumur 4 tahun.
Alexandre Dumas hidup dalam kemelaratan sampai berumur 20 tahun, saat kemudian dia menjadi seorang pemain drama sukses dan terkenal di lingkungan kelas atas kehidupan Prancis. Setelah menulis naskah untuk 50 drama, dia mengalihkan ketertarikannya pada novel. Dia dan asistennya telah menghasilkan ratusan buku, banyak diantaranya merupakan karya yang sangat panjang.

Kemungkinan, salah satu karya Dumas yang paling terkenal adalah The Three Musketeers, begitu populernya sehingga dijadikan dua sequel. Sequel kedua, The Vicomte de Bragelonne, terdiri atas tiga voume. Volume ke tiga adalah The Man in the Iron Mask. Karya ini bukan merupakan satu-satunya atau karya pertama yang berdasarkan legenda pria bertopeng besi, namun karya ini menjadi versi terbaik dari kisah klasik mengenainya.


Siapa sebenarnya pria bertopeng tersebut?

Kita tahu sedikit mengenai sang pria bertopeng besi, namun nampaknya dirinya tidak seperti yang telah digambarkan dalam kisah-kisah legenda, saudara kembar dari Louis XIV. Raja sebenarnya berpostur pendek (walaupun sepatu yang dikenakan dan wig tingginya menciptakan kesan tinggi padanya) pria bertopeng besi berpostur tubuh tinggi. Catatan kematiannya menunjukan dirinya berumur 45 tahun, sedangkan raja sendiri berumur sekitar 66 tahun pada saat itu.

Namun tentu saja, ada kemungkinan bahwa pria bertopeng besi bisa saja merupakan saudara (tidak identik) dari sang raja. Tetap saja mendebatkan segala warisan luhurnya menjadi sesuatu yang terasa konyol. Publisher dari Voltaire menjadi begitu yakin bahwa pria bertopeng besi merupakan putra dari sang ratu setelah kita membaca bahwa keduanya sangat menggemari pakaian berbahan linen terbaik.

Begitu banyak dugaan telah diajukan untuk memecahkan identitas pria bertopeng besi tersebut. Ada yang mengatakan bahwa semua hal tersebut ditujukan untuk menutupi kenyataan bahwa dirinya merupakan pria kulit hitam – atau bahwa sebenarnya dirinya adalah seorang wanita bertopeng besi. Banyak ahli yang percaya bahwa siapapun dirinya, merupakan sosok terhormat atau pelayan dari sosok terhormat.


Pria yang mungkin telah menggunakan topeng besi.

The Duc de beaufort: laksamana besar Prancis. Beufort terbunuh pada tahun 1669 saat berperang melawan turki. Beberapa orang percaya bahwa dirinya dikurung dalam Bastille sebagai pria bertopeng besi, karena dirinya merupakan ayah sebenarnya dari Louis XIV, namun tidak ada bukti untuk hal ini.

Eustache Danger: Pelayan yang ditahan pada tahun 1669 untuk alasan yang tidak diketahui. Seorang penulis bernama John Noone menuliskan di bukunya pada tahun 1988, The Man Behind The Iron mask, bahwa petinggi utama Bastille memasangkan sebuah topeng besi pada Danger hanya untuk meyakinkan yang lain bahwa dia menahan orang-orang penting saja, sebab untuk itulah dia ditugaskan.

Eustache Dauger de Cavoye: Petugas militer Prancis yang ditangkap pada tahun 1668, kemungkinan karena terlibat dalam ritual satanis. Alasan penangkapannya terkesan ditutup-tutupi karena salah satu selir dari sang raja merupakan abdi setan. Dalam versi ini terdapat sebuah dugaan bahwa Dauger merupakan anak haram atau setengah bersaudara dengan Louis XIV sehingga dia dipaksa untuk mengenakan topeng besi.

Nicolas Fouquet: Mentri keuangan terpercaya Louis XIV. Pada tahun 1661 sang raja menghadiri sebuah perjamuan megah di mansion milik Fouquet dan menjadi begitu iri sehingga memerintahkan untuk menangkapnya. Fouquet meninggal di dalam penjara pada tahun 1680. Berdasarkan legenda, Louis berjanji untuk membebaskannya pada tahun itu, namun segera berubah pikiran saat salah satu selirnya terlibat hubungan romantic dengan Fouquet. Untuk menghindari orang lain tahu bahwa dirinya telah ingkar janji, maka menteri malang tersebut harus hidup di balik misteri sebagai the Man in The Iron Mask.

Count Ercolo Antonio Matthioli: Seorang kebangsaan Italia yang bekerja untuk Duke of Mantua. Prancis berharap untuk membeli benteng Casale dari sang duke, namun Matthioli salah dalam menghandel negoisasi dan dikurung atas perintah Louis XIV. Dikatakan bahwa Matthioli mengenakan topeng atas keinginannya sendiri karena hal itu merupakan tradisi Italia.

Moliere: Seorang actor dan pemain drama terkenal. Moliere meninggal pada tahun 1673. Berdasarkan sebuah teori, kematiannya dipalsukan sementara sebenarnya dirinya telah dipenjarakan. Hal ini dikarenakan oleh salah satu pementasan dramanya dianggap telah menghina ajaran Zealot yang saat itu sangat berpengaruh.

The Duke of Monmouth: Putra haram dari Raja Inggris, Charles II. Monmouth dieksekusi di London pada tahun 1685 karena melakukan pemberontakan terhadap Inggris, raja James II. Dikisahkan bahwa James tidak menghendaki kematian dari keponakannya, maka dia mengeksekusi orang lain di istana Monmouth dan mengirimkan Duke sebenarnya ke Prancis, dimana disana identitasnya disembukan di balik topeng besi.

Nabo: Seseorang yang diyakini telah berselingkuh dengan istri Louis XIV, Marie-Theresa. Berdasarkan kisah, Nabo dipenjara lantaran sang ratu melahirkan anak darinya. Untuk menutupi skandal, raja mengasingkan anak tersebut, dan Nabo dipenjara di Bastille dengan mengenakan topeng besi.

The Comte de Vermandois: anak haram dari Louis XIV. Vermandois meninggal karena penyait cacar pada 1683, saat itu umurnya enam belas tahun. Kematiannya terjadi saat dirinya berada dalam militer, setidaknya menurut catatan; namun, pada abad 18 banyak yang percaya bahwa dirinya belumlah meninggal, namun dikurung dalam penjara sebagai pria bertopeng besi karena berusaha menyerang putra sah dari sang raja. Namun Lous XIV sangat murah hati padanya, sehingga membuat kisah ini tidak begitu disukai.

Legenda The Man in the Iron Mask tetap membuat orang bertanya-tanya sampai hari ini. identitas sebenarnya mungkin akan tetap menjadi salah satu misteri besar dalam sejarah.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Ariq Share - Ariq Blaze - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -